Dandim menegaskan, pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya bertujuan menghadirkan infrastruktur penghubung, tetapi juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan menunjukkan semangat kebersamaan yang masih terjaga dengan baik.
“Jembatan Garuda di Simpang Nangka ini akan menjadi akses vital bagi sekitar 190 kepala keluarga atau lebih dari 760 jiwa di Kelurahan Simpang Nangka. Pembangunan jembatan diharapkan mampu membuka konektivitas yang lebih baik, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” tutupnya.
Dengan pondasi yang mulai dibangun, harapan warga untuk memiliki akses penghubung yang kokoh dan aman kini semakin dekat menjadi kenyataan. Semangat gotong royong yang terus terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi modal penting dalam menyukseskan pembangunan yang diyakini akan membawa manfaat jangka panjang bagi kemajuan wilayah tersebut. (JP)























