REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat. Salah satunya melalui sinergi antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu yang ditandai dengan audiensi jajaran BNNP Bengkulu ke Lapas Curup, Senin 28 September 2026.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNNP Bengkulu, Kombes Pol. Alexander S. Soeki, S.Sos., M.H., bersama jajaran. Kedatangan rombongan disambut Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, beserta pejabat struktural dan petugas Lapas Curup.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain sebagai ajang silaturahmi antarinstansi, audiensi ini juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan guna menekan peredaran narkotika, sekaligus memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto menegaskan, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurut dia, diperlukan kolaborasi yang kuat antarinstansi agar upaya pencegahan maupun penindakan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Lapas tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Dibutuhkan sinergi, komunikasi, dan dukungan dari BNNP serta seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan pemberantasan dapat terlaksana secara optimal,” ujar Untung.
Dia menambahkan, Lapas Curup berkomitmen mendukung penuh program P4GN melalui berbagai langkah, mulai dari penguatan pengawasan, peningkatan deteksi dini, pelaksanaan razia rutin, hingga pembinaan dan edukasi bagi warga binaan agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Plt Kepala BNNP Bengkulu, Kombes Pol. Alexander S. Soeki, menyampaikan pentingnya membangun kerja sama yang erat antara lembaga pemasyarakatan dan BNN dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang.
“Keberhasilan program P4GN membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk institusi pemasyarakatan yang memiliki peran strategis dalam pembinaan serta pengawasan terhadap warga binaan,” singkatnya.
Selain membahas kondisi dan tantangan yang dihadapi saat ini, pertemuan juga menghasilkan sejumlah gagasan terkait penguatan kerja sama ke depan. Bentuk kolaborasi tersebut meliputi kegiatan sosialisasi bahaya narkoba, edukasi dan penyuluhan, pertukaran informasi, hingga dukungan program rehabilitasi dan pembinaan bagi warga binaan.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempererat hubungan kelembagaan antara Lapas Curup dan BNNP Bengkulu. Dengan koordinasi yang semakin solid, kedua instansi berkomitmen untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Lapas Curup dan BNNP Bengkulu optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional pemberantasan narkotika sekaligus menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih bersih, humanis, dan berintegritas. (NAC)























