Dugaan ini diperkuat dengan adanya beberapa proyek perbaikan jalan yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, serta adanya indikasi penggunaan bahan-bahan yang tidak sesuai.
“Kasus ini sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa ada oknum-oknum yang tidak peduli dengan kepentingan masyarakat. Kami mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan,” ungkap Ishak Burmansyah ketua LSM Pekat Bengkulu, Jum’at 18 Juli 2025.
Selain itu masyarakat Bengkulu juga berharap, agar pemerintah dapat menindaklanjuti dugaan kasus ini dan memastikan bahwa dana perawatan rutin jalan digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat.
Mereka juga berharap, agar pemerintah dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.
Karena sejak beberapa waktu lalu, dugaan kasus korupsi dana perawatan rutin jalan BPJN Bengkulu ini telah menimbulkan kekhawatiran akan kualitas infrastruktur jalan di Provinsi Bengkulu dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan dana publik oleh pemerintah.























