‘’Lokasi arung jeram di Desa Air Apo ini panjanganya sekitar 10 KM. 5 Km pertama bisa untuk wisata keluarga. Dan 5 Km lagi untuk kelompok mahir atau kelompok yang telah memenuhi persyaratan keselamatan. Begitu juga dengan objek wisata Bukit Basah. Dari bukit ini pengunjung bisa memandang ke arah Bengkulu dan juga bisa menikmati keindahan Kota Curup. Dan masih banyak destinasi wisata potensial lainnya. Diantaranya Danau Mas Harun Bastari,’’ sampai bupati.
Dengan ditekennya MoU dengan BKSDA ini kata bupati, kedepannya potensi destinasi wisata Bukit Kaba akan digarap secara maksimal.
“Selanjutnya akan kita bikin Mou yang lebih detail terkait pengelolaan Bukit Kaba. Misalnya tentang apa apa yang dilarang dan apa-apa saja diperbolehkan untuk dikembangkan,’’ lanjut Bupati Fikri.
Sementara itu Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu – Lampung, Himawan Sasongko, S.Hut, MSi, menjelaskan, MoU yang diteken BKSDA – Pemkab Rejang Lebong terkait komitmen bersama dapat menopang dan mendorong kesejahteraan masyarakat sebagai pengelola alam dan kelestarian alam Bukit Kaba.
“Kita ingin alam kita yang indah dan asri ini bisa dilestarikan dengan baik oleh pemerintah setempat,” singkatnya.























