REJANGLEBONG ASPIRASITERKINI.COM – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong yang dilaksanakan di Kelurahan Dwi Tunggal Kecamatan Curup dan Desa Lubuk Bingin Baru Kecamatan SBI segera rampung. Pembangunan jembatan ini menghadirkan manfaat langsung bagi warga di beberapa desa yang selama ini kesulitan akses antarwilayah.
Untuk di Kelurahan Dwi Tunggal, Jembatan Gantung yang dibangun sepanjang 72 meter dan lebar 1,2 meter telah rampung 100 persen. Jembatan ini berperan penting sebagai penghubung antara Kelurahan Dwi Tunggal dan Desa Rimbo Recap, dengan memberikan akses yang lebih mudah bagi 541 Kepala Keluarga atau sekitar 1.010 jiwa. Pembangunan jembatan melibatkan kolaborasi aktif antara TNI Kodim 0409/Rejang Lebong, teknisi ahli, dan masyarakat setempat, dengan 6 personel TNI, 2 teknisi, dan 12 warga lokal turut serta dalam proses konstruksi.
Sementara itu, di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, pembangunan Jembatan Gantung Sungai Semi sepanjang 60 meter dan lebar 1,2 meter sedang dalam tahap pengecoran pondasi, dengan progres mencapai 66,2 persen. Jembatan ini akan menghubungkan Desa Lubuk Bingin ke Desa Lubuk Binjai dan Lubuk Linggau, memberikan manfaat bagi 341 Kepala Keluarga atau 621 jiwa.
Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla melalui Plh. Pasiter Kodim 0409/RL Kapten Inf Tasmi Basiroroni menyampaikan pembangunan jembatan perintis ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, teknisi, dan masyarakat dalam memperkuat konektivitas antar desa. “Jembatan ini bukan hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan akses ekonomi dan pelayanan sosial bagi masyarakat setempat. Kami berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Pasiter.
Dia juga menjelaskan, infrastruktur baru ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempererat hubungan antardesa.
“Dengan progres yang signifikan ini, Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol nyata pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Rejang Lebong, sekaligus memperkuat konektivitas dan mempercepat akses antarwilayah yang sebelumnya sulit dijangkau,” tutupnya. (JP)
























