Dia menjelaskan, pemasangan besi angkur memiliki fungsi vital sebagai pengikat dan penguat struktur jembatan agar mampu menahan beban secara maksimal. Sementara itu, pembangunan slop jembatan bertujuan untuk menjaga stabilitas konstruksi sekaligus mengantisipasi terjadinya erosi atau pergeseran tanah di sekitar bangunan.
Kapten Tasmi juga menambahkan, seluruh pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek kualitas dan keamanan konstruksi. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap dan melalui pengawasan teknis guna memastikan hasil pembangunan memiliki daya tahan yang baik dalam jangka panjang.
“Kami terus mengoptimalkan pekerjaan di lapangan agar pembangunan dapat selesai sesuai rencana. Yang terpenting bukan hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan kualitas bangunan benar-benar sesuai standar sehingga nantinya aman digunakan masyarakat,” pungkasnya.
Keberadaan Jembatan Garuda sendiri dinilai sangat strategis karena menjadi salah satu sarana penghubung aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses perekonomian antarwilayah.
Masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru pun menaruh harapan besar terhadap penyelesaian pembangunan jembatan tersebut. Pasalnya, infrastruktur yang memadai diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan memperlancar aktivitas sehari-hari warga.























