Dia menegaskan, kondisi lantai jembatan sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan sehingga membutuhkan penanganan segera.
“Jembatan ini setiap hari dilalui masyarakat. Ada petani yang membawa hasil kebun, anak-anak sekolah, para guru, hingga warga yang beraktivitas ke desa tetangga. Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir akan terjadi kecelakaan,” kata Sapton.
Dia juga menyampaikan, kerusakan papan lantai membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas. Risiko menjadi semakin besar karena posisi jembatan berada di atas aliran sungai dengan ketinggian puluhan meter.
“Dalam musyawarah tersebut, berbagai unsur masyarakat menyatakan komitmennya untuk bergotong royong membiayai perbaikan. Alhamdulillah dana swadaya yang terkumpul mencapai puluhan juta rupiah. Sumbangan berasal dari Pemdes Air Kati, Pemdes Suka Karya, kelompok tani, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Kepala SD dan SMP, serta masyarakat dari kedua desa,” ujarnya
Sapton juga menyebut besarnya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah warga. Menurut dia, keselamatan pengguna jembatan menjadi kepentingan bersama yang harus diutamakan.























