“Alhamdulillah, banyak pihak yang tergerak membantu. Ini bukan hanya soal memperbaiki jembatan, tetapi juga menjaga keselamatan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses ini,” pungkasnya.
Perbaikan lantai jembatan diharapkan dapat segera dilaksanakan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan risiko kecelakaan akibat kerusakan jembatan dapat diminimalkan.
Di tengah keterbatasan anggaran, langkah swadaya yang dilakukan dua desa tersebut menjadi gambaran kuat bahwa budaya gotong royong masih menjadi solusi ketika kebutuhan mendesak masyarakat belum dapat dipenuhi melalui pembangunan pemerintah. (JP)























