“Pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga bagaimana warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Dudi.
Menurut dia, pemanfaatan barang bekas menjadi produk kreatif juga memberikan nilai tambahan dalam proses pembinaan. Warga binaan diajak melihat bahwa bahan sederhana yang berada di sekitar mereka dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat apabila dikerjakan dengan kreativitas dan ketekunan.
“Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Curup terus mendorong terciptanya berbagai aktivitas produktif bagi warga binaan. Kreativitas yang dikembangkan diharapkan tidak berhenti selama menjalani masa pembinaan, tetapi dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Upaya mengolah tutup botol menjadi kalender pun menjadi contoh bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, kreatif, dan berorientasi pada kemandirian. Dari barang yang semula dianggap sebagai limbah, warga binaan belajar menghasilkan sebuah karya yang memiliki fungsi sekaligus nilai kreativitas. (NAC)























