REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Barang bekas tidak selalu berakhir menjadi limbah. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, tutup botol bekas justru diolah menjadi karya kreatif berupa kalender yang memiliki nilai guna sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian warga binaan.
Kegiatan pembuatan kalender berbahan tutup botol tersebut dilaksanakan pada Senin 21 September 2026). Warga binaan dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan pengerjaan, mulai dari mengumpulkan dan memilah tutup botol, menyusun pola, merakit, hingga menyelesaikan produk agar dapat digunakan sebagai kalender.
Pemanfaatan bahan sederhana itu menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas warga binaan. Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman dalam mengolah barang yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Proses pengerjaan juga dilakukan dengan mengutamakan ketelitian dan kreativitas. Tutup botol disusun sedemikian rupa untuk menjadi bagian dari desain kalender sehingga menghasilkan tampilan yang menarik sekaligus fungsional.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto melalui Kepala KPLP Dudi Anggriyono mengatakan, pembinaan kemandirian tidak semata-mata berorientasi pada produk yang dihasilkan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk menggali potensi, melatih keterampilan, serta membangun kepercayaan diri.
“Pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga bagaimana warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Dudi.
Menurut dia, pemanfaatan barang bekas menjadi produk kreatif juga memberikan nilai tambahan dalam proses pembinaan. Warga binaan diajak melihat bahwa bahan sederhana yang berada di sekitar mereka dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat apabila dikerjakan dengan kreativitas dan ketekunan.
“Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Curup terus mendorong terciptanya berbagai aktivitas produktif bagi warga binaan. Kreativitas yang dikembangkan diharapkan tidak berhenti selama menjalani masa pembinaan, tetapi dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Upaya mengolah tutup botol menjadi kalender pun menjadi contoh bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, kreatif, dan berorientasi pada kemandirian. Dari barang yang semula dianggap sebagai limbah, warga binaan belajar menghasilkan sebuah karya yang memiliki fungsi sekaligus nilai kreativitas. (NAC)




























