Senin, Oktober 19, 2026

Kisah Ihwanudin Melawan Abrasi dengan Mangrove Saat Desa Bedono Tenggelam oleh Laut

Demak, 26 September 2025 — Di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, tempat laut kian merangsek ke daratan, Ihwanudin memilih bertahan. 

Saban hari, petani mangrove ini menanam bibit di sela lumpur, memungut sampah plastik yang tersangkut di akar, dan menandai lokasi yang siap disulap menjadi sabuk hijau pelindung kampung. 

“Setiap bibit yang saya tanam adalah harapan untuk esok,” ujarnya, menegaskan bahwa perlawanan terhadap abrasi bisa dimulai dari satu tunas kecil.

- Advertisement -

Bedono di Garis Depan Krisis Pesisir

Kisah Ihwanudin Melawan Abrasi dengan Mangrove Saat Desa Bedono Tenggelam oleh Laut 1

Pesisir utara Jawa, termasuk Bedono, sejak lama bergulat dengan kombinasi penurunan muka tanah (land subsidence), abrasi, serta banjir rob berkepanjangan. 

Di Bedono, jejaknya terlihat nyata, mulai ratusan rumah dan bangunan lenyap ditelan laut, menyisakan tiang listrik terendam, jalan yang berubah jadi kanal, dan bangunan sekolah yang tinggal puing-puingnya saja.

Sejumlah kajian lokal juga menyoroti peran konversi hutan mangrove menjadi tambak pada dekade 1990-an, ditambah aktivitas reklamasi di pesisir Semarang sejak pertengahan 1980-an, sebagai pemicu kerentanan kawasan.

Menolak Pergi, Memilih Menanam

Kisah Ihwanudin Melawan Abrasi dengan Mangrove Saat Desa Bedono Tenggelam oleh Laut 3

Ketika banyak warga terpaksa relokasi, Ihwanudin mengambil jalan berbeda. Sejak 2017, ia berkeliling perairan dangkal di Bedono: mengumpulkan plastik, menyiapkan ajir (patok), dan menanam bibit pada jam-jam surut. 

Tujuannya bukan sekadar “menghijaukan” pesisir, melainkan memulihkan fungsi ekologis mangrove, termasuk menahan gelombang, memerangkap sedimen, menyerap karbon, dan menyediakan habitat asuhan (nursery) bagi ikan, kepiting, hingga udang yang menopang penghidupan warga.

Ilmu di Balik Akar: Mengapa Mangrove Penting

Kisah Ihwanudin Melawan Abrasi dengan Mangrove Saat Desa Bedono Tenggelam oleh Laut 5

Secara ilmiah, kelompok mangrove, terutama marga Rhizophora yang berakar tunjang, efektif memperlambat energi ombak, menahan sedimen, dan menyerap “karbon biru” dalam jumlah besar. 

Sejumlah rujukan menyebut hutan mangrove menyimpan karbon jauh lebih tinggi dibandingkan banyak hutan daratan; ia juga menjadi rumah asuhan bagi beragam biota yang bernilai ekonomi bagi nelayan. 

Bagi masyarakat pesisir (dan para mitra perusahaan), ini berarti perlindungan garis pantai plus nilai ekonomi yang nyata bila ekosistemnya terjaga. 

Dari Aksi Individu ke Gerakan Kolaboratif

Gerakan Ihwanudin kini menggeliat jadi kolaborasi. LindungiHutan, green stratup yang fokus pada konservasi dan pemberdayaan komunitas, menghubungkannya dengan perusahaan, brand, dan donatur individual. 

Hingga Juli 2025, kolaborasi ini telah melahirkan ratusan kampanye yang menanam lebih dari 98.000 bibit di sekitar 4 hektare area pesisir Bedono. Spesies mangrove mayoritas Rhizophora dipilih karena daya tahannya terhadap ombak dan kemampuannya mempercepat pengendapan sedimen.

Tantangan Nyata di Lapangan

Keberhasilan penanaman mangrove bukan berarti tanpa tantangan. Salah satu kendala terbesar adalah sampah plastik yang hanyut dari hulu sungai dan terbawa arus hingga ke pesisir. Sampah ini kerap membelit akar mangrove muda, mengurangi aerasi, memperlambat pertumbuhan, bahkan menekan tingkat keberlangsungan hidup bibit.

Untuk itu, Ihwanudin dan para relawan tidak hanya fokus menanam. Mereka juga rutin melakukan aksi bersih-bersih pesisir, memilah sampah yang bisa diangkut, serta membuat penghalang sementara dari ajir agar aliran sampah tidak langsung menyerbu zona bibit. 

“Kami butuh bantuan, butuh tenaga, dana, dan bibit. Ini bukan hanya soal Bedono, tapi tentang melindungi garis pantai Indonesia,” tegas Ihwanudin.

Mengukur Dampak Penanaman

Di lokasi-lokasi yang tertata jalur tanamnya dan terlindungi dari gangguan sampah, barisan Rhizophora mampu memperlambat laju abrasi dengan cara menjebak sedimen halus di antara akar, yang lama-kelamaan membentuk gundukan tanah baru. 

Ketika rumpun mangrove menutup celah gelombang, air pasang cenderung lebih “jinak” di belakangnya. Dampak sosialnya pun terasa, termasuk aktivitas perikanan kecil (seperti kepiting dan udang) perlahan kembali di beberapa kantong perairan tenang, menjadi penopang tambahan bagi keluarga nelayan. 

Temuan-temuan lapangan semacam ini juga pernah dicatat dalam cerita komunitas Bedono, rumah-rumah yang kini berada “di tengah laut” dan tetap bertahan berkat gotong royong menanam. 

Cara Kerja di Lapangan: Rapi, Telaten, Terukur

Agar survival rate bibit meningkat, Ihwanudin dan tim lokal menerapkan langkah-langkah praktis, termasuk di antaranya:

  • Seleksi bibit: Rhizophora dengan ukuran batang dan akar awal yang baik; bibit yang terlalu kecil rentan tersapu arus.
  • Waktu tanam: Memaksimalkan fase air surut, sehingga bibit sempat “mengunci” sebelum pasang berikutnya.
  • Pola tanam: Grid atau barisan rapat di titik konsentrasi gelombang; barisan depan berperan sebagai “pemecah” (sacrificial rows), barisan belakang sebagai penyangga.
  • Pemeliharaan: Monitoring berkala, mengganti bibit mati, membersihkan plastik yang tersangkut akar, dan mencatat perkembangan kerapatan.

Pendekatan ini penting karena restorasi pesisir bukan perlombaan menanam terbanyak, melainkan maraton merawat hingga dewasa, sampai rumpun benar-benar berfungsi sebagai “benteng” hijau.

Dukungan ratusan perusahaan dan brand yang ikut menyumbang bibit, menggelar edukasi lingkungan, dan bergotong royong bersama warga memperluas dampak. 

Peran ini krusial untuk membiayai perawatan jangka panjang, mulai dari pengadaan ajir, biaya angkutan, logistik relawan, hingga monitoring. Di saat yang sama, pendidikan lingkungan untuk anak dan remaja Bedono memastikan regenerasi penjaga pesisir tetap hidup.

Kabar baiknya, siapa pun bisa ikut serta dengan cara:

  1. Dukung penanaman melalui kampanye kolaborasi yang dikelola LindungiHutan (pilih lokasi Bedono untuk kontribusi terarah).
  2. Ikut bersih pantai di titik rawan sampah plastik agar bibit mangrove tak “cekik” di fase awal.
  3. Sebarkan cerita Bedono, agar lebih banyak pihak tahu bahwa penjagaan pesisir bisa dimulai dari satu bibit, satu keluarga, satu kampung.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah platform konservasi yang memfasilitasi penanaman pohon dan pemberdayaan komunitas. Menurut keterangan resmi mereka, organisasi ini telah memfasilitasi penanaman 1 juta+ pohon di 30+ lokasi dan bermitra dengan 600+ brand/perusahaan dalam berbagai program (Corporatree, Collaboratree, Carbon Offset).

Kata kunci SEO yang disarankan:
ihwanudin bedono, abrasi pantai, penanaman mangrove, krisis pesisir Jawa, konservasi mangrove, solusi abrasi laut

- Advertisement -

NEWS UPDATE

Lewat Laga Exhibition, CBBC Meriahkan Final Kito’s Competition 3×3 Basketball, Berikut Daftar Juaranya!

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Partai final Kito’s Competition 3x3 Basketball yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Minggu 18 Oktober 2026 berlangsung...

Antusiasme UMKM Membludak! 23 Stand Gratis Semarak Merah Putih Rejang Lebong Ludes, Ini Alternatif...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Tingginya antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk ambil bagian dalam kegiatan Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal,...

Antisipasi 3C, Polsek Bermani Ulu Gencarkan Patroli Malam: Amankan Sajam dan Tiga Motor Sekelompok...

0
REJANG LEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Guna mencegah tindak kriminalitas dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu,...
Advertisement

Konten yang tampil di bawah ini merupakan iklan dari jaringan MGID. aspirasiterkini.com tidak terkait dengan konten ini.

Gambar
Gambar
Gambar
Buat Website Media Online

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Bupati Rejang Lebong Dukung Penuh Program Prioritas Presiden Prabowo Pada Apkasi...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Seperti yang kita ketahui, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan pembukaan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang,...

Kepahiang

PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Pemkab Kepahiang Lewat...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam mendukung pembangunan daerah melalui partisipasi...

Bengkulu

Dua Pegawai Lapas Curup Emban Jabatan Baru, Kalapas Tekankan Integritas dan Profesionalisme!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, menghadiri kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan manajerial dan nonmanajerial di...

Pemulangan Jenazah TKI/PMI Rejang Lebong Dari Jepang jadi Sorotan, Mahdi Husen: Kita Harap Pemerintah Segera Menemukan Solusi!

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Mahdi Husen, yang juga merupakan anggota dewan asal Kecamatan Selupu Rejang turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya...

TKI Asal Rejang Lebong Meninggal Dunia di Jepang, Diduga Terjatuh dari Lantai Sembilan: Keluarga Minta Jenazah Dipulangkan!

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Kabar duka datang dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. TKI bernama Rizki Ade Putra (26), yang merupakan warga Kelurahan Air Duku...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Mitra Kerjasama

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink