“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan titik nol pembangunan jalan di Air Duku dengan panjang 3,3 kilometer. Kita berharap ke depan masih ada kelanjutan sekitar lima kilometer lagi hingga dapat menghubungkan sampai ke kawasan Bukit Kaki Kaba,” ujar Erna.
Dia menjelaskan, ruas jalan tersebut memiliki nilai strategis bagi masyarakat karena berada di kawasan sentra pertanian hortikultura dan perkebunan. Selain menjadi akses penghubung antardesa, jalan itu juga menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi hasil produksi pertanian.
“Peningkatan kualitas jalan diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mampu menekan hambatan transportasi, memperlancar pemasaran hasil pertanian, serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Erna juga memastikan perjuangan pembangunan infrastruktur di Rejang Lebong akan terus berlanjut. Bahkan, sejumlah usulan pembangunan lainnya telah dibahas dan sebagian sudah masuk dalam daftar prioritas untuk diperjuangkan pada tahap berikutnya.
“Untuk beberapa usulan lainnya, sudah kita bicarakan dan ada yang masuk dalam daftar prioritas. Nanti kita duduk bersama kembali untuk menentukan mana yang akan kita dorong anggarannya dan kita kawal bersama,” kata dia.























