Lirik lagu ini ditulis oleh Budi Pranata, sahabat satu lingkaran Jonikane, sementara aransemen musik digarap sendiri oleh band ini.
Dengan gaya bertutur yang blak-blakan, lagu ini menyebut nama-nama pejuang HAM seperti Munir, Wiji Thukul, Marsinah, Asalim Kancil, dan Malaka sebagai simbol korban rezim otoriter.
Chorus lagu bahkan mengejek “Kenyamanan sosial bagi seluruh keluarga pejabat dan wakil rakyat”, sebuah parodi pedas terhadap janji-janji konstitusi yang kerap diabaikan.
**Reggae sebagai Medium Kritik**Â
Jonikane percaya bahwa reggae bukan sekadar musik good vibe, tapi juga medium perlawanan.























