Bahkan lebih lanjut Fikri mengatakan, kegiatan Tabligh Akbar dan Doa Bersama tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga ruang untuk mempererat komunikasi, memperkuat sinergi, dan menyamakan visi antarorganisasi mahasiswa serta kepemudaan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat sinergi antar mahasiswa dan pemuda. Perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu demi kepentingan bangsa dan negara,” kata dia.
Fikri juga mengingatkan generasi muda, agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk provokasi dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama di era digital yang serba cepat. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk membangun opini yang berpotensi memecah belah masyarakat. Karena itu budaya literasi digital, verifikasi informasi, serta sikap kritis sebelum membagikan suatu informasi kepada orang lain sangatlah penting untuk dipahami.
“Jangan mudah terpancing oleh isu atau narasi yang belum jelas kebenarannya. Generasi muda harus mampu menjadi penyejuk dan penjaga persatuan, bukan justru ikut memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Fikri juga menambahkan, nilai-nilai keislaman yang mengajarkan kedamaian, persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.























