Salah seorang wali murid, Lela Ningsih, mengaku terkejut ketika mengetahui banyak siswa mengalami kondisi yang sama dengan anaknya.
“Setelah makan menu MBG, anak saya mengeluh pusing dan mual. Tidak lama kemudian muntah-muntah. Saat saya tiba di sekolah, ternyata banyak siswa lain juga mengalami gejala yang sama sehingga langsung dibawa ke puskesmas,” ujarnya.
Hingga Kamis siang, belasan siswa masih menjalani observasi oleh tenaga kesehatan. Sebagian besar korban didampingi oleh orang tua masing-masing serta pihak sekolah untuk memastikan kondisi mereka terus terpantau.
Sementara itu, merespons kejadian tersebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang bergerak cepat dengan menurunkan tim ke lokasi. Selain melakukan penanganan terhadap para korban, petugas juga mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden untuk diperiksa di laboratorium.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Wisnu Irawan, mengatakan pihaknya saat ini masih fokus pada penanganan korban sekaligus melakukan investigasi guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.























