Dia juga kecewa dengan pihak kepolisian, karena sampai saat pihak kepolisian belum juga bisa mengungkap identitas pelaku. Bahkan dia menyayangkan, karena tetangganya baru dipanggil belum lama ini untuk menjadi saksi. Sedangkan kata dia, pihak kepolisian menganggap keluarganya lah yang seakan menghalangi tetangga untuk menjadi saksi.
“Sudah hampir 7 bulan, tapi belum juga informasi terkait identitas pelaku. Kami berpikir polisi tidak serius menangani kasus adik kami ini, karena kami orang susah yang tidak memiliki kemampuan,” tuturnya dengan penuh rasa kecewa.
Namun meski begitu dia masih berharap, agar pihak kepolisan dapat mengungkap dan membongkar kasus ini hingga tuntas. Karena menurutnya, jajaran kepolisian Polres Rejang Lebong dikenal memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi dalam menegakkan keadilan bagi masyarakat di Rejang Lebong.
“Kami sekeluarga masi berharap, agar kasus ini segera tuntas. Kasihan ibu dan bapak saya yang masih belum tenang memikirkan kepergian Resmareta dengan cara yang sadis ini,” harapnya.
Untuk diketahui, sebelumnya kasus pembunuhan Resmareta ini banyak mendapat sorotan dari publik. Bahkan ratusan mahasiswa sempat mendesak APH agar segera mengusut tuntas kasus pembunuhan ini, pada aksi demonstrasi yang sempat digelar di depan Gedung DPRD Rejang Lebong beberapa waktu lalu.























