Selain di sektor ekonomi, bupati juga menekankan pentingnya peran GOW dalam isu perlindungan perempuan dan anak. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kekerasan terhadap anak di Rejang Lebong, dan berharap GOW dapat menjadi garda terdepan dalam advokasi dan pendampingan.
“Saya pernah menjumpai anak usia 10 tahun yang menjadi korban kekerasan hingga hamil dan melahirkan. Ini terjadi karena pelaku adalah orang dekat. Kasus lain melibatkan anak berusia delapan tahun sebagai korban perkosaan. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” kata bupati.
Sementara itu Ketua GOW terpilih, dr Melka Novera Sari Hendri, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa GOW akan mendorong peran aktif kaum perempuan dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, serta pelestarian kearifan lokal.
“Komitmen kami selaras dengan visi pembangunan Rejang Lebong: mewujudkan daerah yang maju, mandiri, berakhlak, dan berkelanjutan. Perempuan memiliki peran sentral dalam memperkuat ketahanan keluarga, membangun ekonomi, dan menjaga harmoni sosial,” ujarnya.
Melka juga menyatakan, bahwa GOW akan membuka ruang kolaborasi yang inklusif antarorganisasi wanita, dan siap bersinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.























