Ia juga menegaskan, setiap kematian Harimau Sumatera memiliki dampak serius terhadap keberlanjutan populasi satwa yang kini berada di ambang kepunahan.
“Dengan jumlah populasi yang sangat terbatas, kehilangan satu individu saja sangat berarti. Ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan spesies Harimau Sumatera,” tutup Rahmat.
Sekadar informasi, saat ini Harimau Sumatera telah berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status tersebut menunjukkan bahwa spesies ini menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar apabila tidak ada langkah perlindungan yang serius dan berkelanjutan.
Tragedi kematian harimau di Bentang Alam Seblat menjadi pengingat bahwa upaya perlindungan satwa liar tidak bisa dilakukan setengah hati. Diperlukan komitmen nyata dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, hingga masyarakat, untuk menjaga kelestarian hutan yang menjadi rumah terakhir sang raja rimba. (red)























