Selasa, November 3, 2026

Sensus Ekonomi 2026 di Rejang Lebong Baru Jalan 59,22 Persen, BPS Akui Masih Hadapi Penolakan Dari Responden

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Rejang Lebong hingga saat ini masih terus berjalan. Namun hingga 27 Juli 2026, capaian pendataan baru mencapai 59,22 persen, sementara waktu pelaksanaan sensus hanya tersisa sekitar satu bulan sebelum berakhir pada 31 Agustus 2026.

Di balik angka tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rejang Lebong tidak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penolakan responden, sikap masyarakat yang kurang kooperatif, hingga tingginya beban kerja petugas di sejumlah kecamatan.

Ketua Tim Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten Rejang Lebong, Reclive Wahyu Ginanjar mengatakan, pendataan telah berlangsung sejak 15 Juni 2026 dengan melibatkan 241 Petugas Pemeriksa Lapangan (PPL) yang disebar ke seluruh wilayah kabupaten.

- Advertisement -

“Hingga tanggal 27 Juli 2026, capaian Sensus Ekonomi di Rejang Lebong telah mencapai 59,22 persen. Angka ini terus bertambah karena seluruh petugas masih aktif melakukan pendataan di lapangan,” ujar Reclive, Selasa 28 Juli 2026.

Menurut dia, BPS terus menggenjot kinerja petugas agar target pendataan dapat diselesaikan tepat waktu. Meski optimistis target bisa tercapai, pihaknya mengakui masih menghadapi sejumlah hambatan yang berpotensi memperlambat proses sensus.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya masyarakat yang menolak didata atau tidak memberikan informasi secara lengkap dan jujur. Padahal, kualitas data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan nasional maupun daerah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami sangat menyayangkan apabila masih ada responden yang memberikan jawaban tidak sesuai kondisi sebenarnya. Data yang tidak akurat akan memengaruhi kualitas hasil sensus. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi yang benar,” tegasnya.

Selain persoalan partisipasi masyarakat, tantangan lain datang dari tingginya beban kerja petugas di sejumlah kecamatan padat usaha dan penduduk. Kondisi ini menyebabkan kecepatan pendataan di beberapa wilayah tidak dapat disamakan dengan kecamatan lain.

Kecamatan Sindang Beliti Ulu menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 70,50 persen, menunjukkan efektivitas pelaksanaan pendataan di wilayah tersebut.

Sebaliknya, Kecamatan Curup Tengah menjadi wilayah dengan progres paling rendah, yakni 53,01 persen. Namun rendahnya persentase tersebut bukan disebabkan lemahnya kinerja petugas, melainkan besarnya target pendataan yang harus diselesaikan.

Reclive menjelaskan, Curup Tengah memiliki target pendataan mencapai 15.432 usaha dan keluarga, yang ditangani oleh 25 orang PPL. Dengan demikian, setiap petugas harus menyelesaikan rata-rata sekitar 600 sasaran, hampir dua kali lipat dibandingkan kecamatan lain yang umumnya hanya menangani sekitar 300 hingga 400 sasaran.

“Beban kerja yang tinggi tentu memengaruhi kecepatan pendataan. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Curup, di mana target pendataan sangat besar sehingga setiap petugas menangani rata-rata sekitar 590 sasaran,” pungkasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Curup Utara, Curup Selatan, dan Curup Timur yang masing-masing memiliki beban pendataan lebih dari 500 sasaran untuk setiap petugas lapangan.

Meski begitu, secara umum seluruh kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong telah melampaui capaian 50 persen. Setelah Sindang Beliti Ulu, capaian tertinggi berikutnya diraih Kecamatan Sindang Beliti Ilir sebesar 68,68 persen, disusul Sindang Dataran 66,21 persen, Bermani Ulu Raya 65,30 persen, Kota Padang 63,58 persen, dan Bermani Ulu 62,20 persen.

Selanjutnya Kecamatan Curup Selatan mencatat progres 61,65 persen, Curup 61,05 persen, Curup Utara 60,54 persen, Binduriang 59,57 persen, Curup Timur 58,12 persen, Padang Ulak Tanding 57,87 persen, Selupu Rejang 54,30 persen, Sindang Kelingi 54,28 persen, dan Curup Tengah 53,01 persen.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan agenda nasional yang bertujuan memotret kondisi riil aktivitas ekonomi di Indonesia, mulai dari usaha berskala mikro hingga perusahaan besar. Hasil sensus ini akan menjadi dasar pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, hingga pemerataan pembangunan daerah.

Karena itu, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada kerja keras petugas BPS, tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Semakin jujur dan lengkap data yang diberikan responden, semakin akurat pula gambaran kondisi ekonomi daerah yang akan menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang. (JP)

- Advertisement -

NEWS UPDATE

Perluas Wawasan Inovasi dan Kekayaan Intelektual, Lapas Curup Ikuti Webinar Forum Bisnis Paten 2026

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam upaya memperluas wawasan mengenai inovasi dan pemanfaatan kekayaan intelektual, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup mengikuti Webinar Road to Forum...

951 Anak dari Tiga Kabupaten Unjuk Kreativitas Mewarnai di Gebyar Semarak Merah Putih 2026...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Sebanyak 951 anak dari tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu mengikuti lomba mewarnai tingkat PAUD/TK/RA negeri dan swasta dalam rangka Gebyar Semarak...

Retribusi Parkir Semarak Merah Putih Rejang Lebong Dikeluhkan, Tarif Tembus Rp10 Ribu Perkendaraan, Ini...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pelaksanaan kegiatan Semarak Merah Putih di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang berlangsung pada 1 hingga 10 Oktober 2026, diwarnai keluhan...
Advertisement

Konten yang tampil di bawah ini merupakan iklan dari jaringan MGID. aspirasiterkini.com tidak terkait dengan konten ini.

Gambar
Gambar
Gambar
Buat Website Media Online

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Tanah dan Ruko Milik Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Makan dan Minum...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Kasus dugaan korupsi anggaran makan dan minum pasien non pasien RSUD Rejang Lebong periode 2022-2023 masih terus berlanjut.Setelah menetapkan 3 orang...

Kepahiang

PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu. Kali ini, perusahaan...

Bengkulu

Perkuat Integritas dan Keselamatan Kerja, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Apresiasi Mitra Berprestasi

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu memperkuat komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang berintegritas dan penerapan keselamatan serta...

Momen Bersejarah, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kukuhkan Pengurus Ranting PDIP se-Kabupaten Rejang Lebong

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Konsolidasi PDI Perjuangan (PDIP) di Provinsi Bengkulu memasuki babak penting. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto turun langsung ke Kabupaten...

Empat Pejabat Lapas Curup Ikuti Uji Kompetensi ProASN Tahap II, Perkuat Profesionalisme Aparatur

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia aparatur terus dilakukan di lingkungan pemasyarakatan. Kali ini, empat pejabat struktural Lembaga Pemasyarakatan...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Mitra Kerjasama

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink