“Keandalan operasional harus dibangun melalui kejujuran dalam menyampaikan kondisi di lapangan, keberanian mengidentifikasi risiko, serta koordinasi yang kuat agar setiap potensi gangguan dapat ditangani secara tepat,” pesannya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, terdapat tiga prioritas utama yang menjadi perhatian perusahaan. Ketiganya meliputi penanganan titik-titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko, penguatan kesiapan pemulihan melalui dukungan personel dan peralatan, serta peningkatan kualitas tindak lanjut terhadap keluhan pelanggan.
“Setiap potensi gangguan harus ditangani berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan di lapangan. Kesiapan personel, peralatan, serta tindak lanjut terhadap keluhan pelanggan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan,” demikian penekanan yang disampaikan dalam amanat peringatan HLN tersebut.
Selain itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian utama dalam peringatan tahun ini. Seluruh insan PLN diingatkan bahwa keberhasilan pekerjaan tidak semata-mata diukur dari pencapaian target operasional, tetapi juga dari kemampuan memastikan setiap pekerja menjalankan tugas sesuai prosedur keselamatan.
Keselamatan menjadi prinsip mendasar yang harus melekat dalam setiap tahapan pekerjaan, terutama di sektor ketenagalistrikan yang memiliki risiko operasional tinggi. Karena itu, kepatuhan terhadap prosedur, penggunaan peralatan pelindung, serta pengawasan pekerjaan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.























