Dia mengatakan, masa pengeringan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Selama periode tersebut, akses jalan masih ditutup sementara guna menjaga kualitas konstruksi dan menghindari kerusakan akibat beban kendaraan yang melintas terlalu dini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Penutupan ini demi keselamatan bersama dan agar hasil pembangunan dapat bertahan lama,” tambahnya.
Zulfikar juga menambahkan, keberhasilan perbaikan jalan amblas ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur yang mendesak demi kelancaran aktivitas warga. Jika proses pengeringan berjalan sesuai rencana, akses Jalan diperkirakan akan kembali dibuka pada akhir Juni 2026.
“Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat setempat yang selalu kompak bersinergi dengan TNI, sehingga perbaikan jalan amblas ini rampung tepat pada waktunya,” pungkasnya.
Disisi lain, perbaikan jalan amblas di kawasan Talang Rimbo Baru ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Pasalnya, jalan tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan aktivitas warga, baik untuk keperluan pendidikan, perdagangan, maupun mobilitas sehari-hari.























