REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Setelah bertahun-tahun menanti perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, SMP Negeri 11 Rejang Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, akhirnya dibenahi. Ini setelah sekolah yang bersangkutan mendapatkan revitalisasi sejumlah fasilitas sekolah melalui Program Strategis Nasional (PSN).
Program dengan total anggaran mencapai Rp1,2 miliar tersebut menjadi angin segar bagi sekolah yang berlokasi di Kecamatan Padang Ulak Tanding itu. Pasalnya, sejumlah bangunan yang kini direhabilitasi telah mengalami kerusakan dan penurunan kualitas akibat usia bangunan, sementara perbaikan sebelumnya hanya berupa rehabilitasi ringan.
Revitalisasi tersebut mencakup tujuh ruang kelas, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta toilet. Perbaikan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi para siswa.
Kepala SMPN 11 Rejang Lebong, Afrizon Hasbi, M.Pd., mengatakan, program revitalisasi tersebut merupakan momentum yang telah lama dinantikan pihak sekolah. Menurut dia, pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan di sekolah itu sebelumnya pernah dilakukan pada 2008 dan 2015, tetapi hanya sebatas rehabilitasi ringan.
Setelah itu, sekolah belum kembali mendapatkan pembangunan atau rehabilitasi besar untuk memperbaiki fasilitas yang kondisinya terus menua.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden, kementerian terkait, serta Dinas Pendidikan Rejang Lebong yang telah mempercayakan pelaksanaan program revitalisasi di sekolah kami. Alhamdulillah, akhirnya setelah menanti lama, sejumlah ruang kelas yang sudah mulai usang ini diperbaiki,” ujar Afrizon, Sabtu 31 Oktober 2026.
Dia menjelaskan, rehabilitasi tersebut menyasar sejumlah fasilitas utama yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Selain tujuh ruang kelas, perbaikan juga dilakukan terhadap laboratorium komputer, perpustakaan, ruang UKS, dan toilet.
Menurut Afrizon, kebutuhan rehabilitasi tersebut sebelumnya telah diusulkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sarana prasarana sekolah.
“Gedung yang kami rehabilitasi ini kondisinya memang sudah sangat usang. Perbaikan sebelumnya dilakukan pada 2008, sehingga revitalisasi ini menjadi kesempatan yang sangat berarti bagi sekolah kami untuk meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan,” kata dia.
Afrizon juga menegaskan, pihak sekolah berkomitmen mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan sesuai dengan rencana, volume pekerjaan, serta petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Baginya, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik dan tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari.
Dia pun berharap, fasilitas yang lebih baik dapat mendorong siswa semakin aktif, kreatif, dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Di sisi lain, para guru juga diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme dalam mendidik dan membimbing siswa.
“Saya sangat berharap dengan adanya program revitalisasi ini, para siswa bisa lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Kepada dewan guru, saya berharap agar lebih profesional dalam memberikan pendidikan dan membimbing siswa,” ujarnya.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, Afrizon turut mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait agar berpartisipasi dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar pelaksanaan program berlangsung transparan dan hasilnya benar-benar sesuai dengan perencanaan.
“Kami mohon kepada seluruh pihak agar sama-sama mengawasi pelaksanaan pembangunan,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Efendi, M.Pd., melalui Kepala Bidang SMP, Bayu Panji Aji, S.T., M.Si., menyampaikan, pihaknya akan memberikan dukungan maksimal selama program revitalisasi berlangsung.
Bayu berharap, seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan, prosedur, dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan sejak awal. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya memenuhi target penyelesaian fisik, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
“Kami berharap pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sejak awal, sesuai prosedurnya,” singkatnya.
Sebagai informasi, dimulainya pembangunan revitalisasi di SMPN 11 Rejang Lebong ditandai dengan pelaksanaan titik nol pada 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut disaksikan Bayu Panji Aji, Kapolsek Padang Ulak Tanding AKP Edi Hermanto Purba, S.H., M.H., Kepala SMPN 11 Rejang Lebong Afrizon Hasbi, tim teknis revitalisasi, Tim Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), perangkat desa setempat, serta dewan guru.
Dengan adanya revitalisasi tersebut, SMPN 11 Rejang Lebong diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih representatif bagi peserta didik. Perbaikan ruang kelas dan fasilitas penunjang lainnya juga diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Padang Ulak Tanding. (rls/ADV)























