Artinya, sedikitnya 100 orang terlibat langsung dalam pekerjaan di lima titik tersebut.
Dandim mengatakan, pembangunan jembatan tidak sekadar menyangkut pembangunan fisik. Kehadiran akses penghubung yang layak diharapkan mampu memangkas hambatan mobilitas masyarakat, khususnya petani yang selama ini membutuhkan akses menuju lahan dan jalur distribusi hasil pertanian.
Selain itu, akses jembatan juga memiliki arti penting bagi aktivitas pendidikan dan hubungan antar kawasan.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi salah satu bentuk pembangunan infrastruktur yang menyasar wilayah yang membutuhkan akses penghubung. Dengan dimulainya pengerjaan lima titik baru tersebut, Kodim 0409/Rejang Lebong kembali memperluas jangkauan pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan jembatan secara fisik, tetapi juga membuka akses dan memperlancar aktivitas masyarakat, terutama petani, anak sekolah, serta hubungan antarwilayah,” tutup Dandim.























