Dia pun kemudian mengajak para kader memahami bahwa perbedaan antara pengurus pusat dan ranting hanya terletak pada lingkup tugas. Pengurus DPP bertanggung jawab pada tingkat nasional, sedangkan ranting menjalankan tugas organisasi di tingkat desa atau kelurahan. Adapun anak ranting bergerak di tingkat dusun.
Menurut Hasto, pemahaman tersebut penting agar seluruh kader tidak terjebak dalam hierarki yang melahirkan kesombongan, melainkan mampu bekerja bersama untuk memperkuat organisasi.
Dia juga mengingatkan bahwa identitas PDIP sebagai partai yang solid harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat, terutama dengan memperjuangkan kepentingan kelompok yang kerap menghadapi ketidakadilan.
“Mengapa PDI Perjuangan dikenal sebagai partai yang solid? Sebab, oleh Bung Karno kita dilatih bahwa kita di antara kita adalah satu kekuatan progresif yang bergerak ke bawah memperkuat akar rumput, membela petani, nelayan, pedagang kaki lima. Itu napas PDI Perjuangan, membela rakyat yang diperlakukan tidak adil, saudara-saudara sekalian,” tutup Hasto.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa penguatan struktur partai tidak cukup dilakukan melalui pengukuhan kepengurusan. Seluruh jajaran juga dituntut menjaga kedekatan dengan masyarakat dan menjadikan aspirasi rakyat sebagai landasan dalam menjalankan tugas politik. (NAC)























