“Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, nantinya warga binaan diharapkan mampu membuka peluang kerja, merintis usaha secara mandiri, atau berkontribusi dalam kegiatan ekonomi di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” harapnya.
Lapas Kelas IIA Curup pun terus mendorong agar kegiatan pembinaan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan selama berada di dalam lapas, tetapi juga dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Melalui pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian, diharapkan warga binaan memiliki kesempatan lebih besar untuk kembali beradaptasi dengan masyarakat, menjalani kehidupan secara produktif, serta berkontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. (NAC)























