Selain itu, dia juga merekomendasikan penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, melalui edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, optimalisasi bank sampah di desa dan kelurahan, penguatan regulasi, serta pengawasan terhadap titik-titik rawan pembuangan sampah.
Rekomendasi Program Rumah Aspirasi dan Penguatan Partisipasi Publik
Tak hanya fokus pada aspek ekologis, Pikri juga merekomendasikan pembentukan Program Rumah Aspirasi sebagai inovasi tata kelola pemerintahan yang partisipatif. Program ini diharapkan menjadi ruang dialektika yang difasilitasi oleh pemerintah daerah bagi aktivis mahasiswa, tokoh pemuda, dan masyarakat sipil.
Dia mengusulkan, agar Rumah Aspirasi memiliki mekanisme yang terstruktur, mulai dari forum dialog rutin, penyampaian aspirasi dan rekomendasi kebijakan secara terbuka, hingga pengawalan gagasan pemuda agar dapat terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Rumah Aspirasi harus menjadi ruang dialog yang produktif dan solutif, bukan sekadar simbol partisipasi,” ujar Pikri.























