Bahkan Rafif juga mendorong panitia, untuk mengunggah seluruh karya peserta ke platform publik seperti YouTube atau media sosial lainnya sebelum pengumuman pemenang dilakukan.
“Dengan dipublikasikan, semua pihak bisa melihat langsung kualitas karya peserta. Ini penting agar prosesnya terbuka dan tidak menimbulkan kecurigaan,” ujarnya.
Menurut Afif, transparansi menjadi kunci agar tidak muncul polemik, terlebih para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Rejang Lebong ke tingkat Provinsi Bengkulu.
“Kita ingin yang mewakili daerah benar-benar yang terbaik. Jangan sampai ada anggapan peserta titipan atau hasil yang tidak objektif,” tegasnya.
Meski begitu Afif juga menyatakan, tetap percaya bahwa panitia akan bekerja secara profesional. Dia menilai keterbukaan sejak awal justru menjadi langkah preventif untuk menjaga kredibilitas pelaksanaan kegiatan.























