
“Sebenarnya angka stunting di Kepahiang tidak tinggi, apabila Pemkab Kepahiang cepat melaporkan data soal penekanan stunting kepada Provinsi Bengkulu. Namun sangat kita sayangkan, saat ini pelaporan data dari Pemkab Kepahiang masih sangat lambat,” terang Wagub.
Meski demikian Wagub tetap mengharapkan, agar pelaporan data penekanan stunting ini bisa dilaporkan dengan baik. Supaya target penekanan stunting yang dilakukan, bisa turun sesuai dengan yang sudah ditargetkan.
“Tahun 2024 angka stunting di Provinsi Bengkulu setidaknya bisa turun hingga 12 persen dari angka 18 persen yang ada saat ini,” jelas Wagub.
Sementara itu berbeda dengan yang disampaikan Wagub, Kepala DPPKBP3A Linda Rospita MH menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pelaporan data soal stunting dengan baik. Bahkan untuk di Provinsi Bengkulu sendiri kata Linda, Kabupaten Kepahiang merupakan kabupaten yang melaporkan data penanganan stunting terbaik di Provinsi Bengkulu.
“Saya pikir kita tidak ada masalah dengan pelaporan data stunting kita. Bahkan bisa dikatakan, kita sudah merupakan kabupaten yang melaporkan data paling baik di Provinsi Bengkulu. Hanya saja memang, aplikasi aksi nyata penanganan stunting yang kita lakukan harus lebih dimaksimalkan,” singkatnya. (PB)























