KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Pagi itu, suasana di lingkungan PLN Indonesia Power (IP) UBP Bengkulu terasa berbeda. Belasan jurnalis dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang berkumpul bukan sekadar untuk mengikuti agenda pertemuan, tetapi untuk berbagi cerita, pengetahuan, sekaligus melihat lebih dekat bagaimana energi listrik diproduksi dan dijaga keberlangsungannya.
Senin 21 September 2026, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu menggelar Media Insight Semester 2 Tahun 2026 bertajuk “Powering Stories Together: Building Trust Through Meaningful Stories” dalam konsep Casual Meeting Media.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana yang cukup jauh dari kesan formal. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta telah disambut dengan sejumlah perlengkapan yang disiapkan panitia, mulai dari kaus putih bertuliskan PLN IP UBP Bengkulu, tas sandang, hingga makanan ringan dan kopi yang menemani perbincangan pagi.
Namun, yang menjadi inti pertemuan bukanlah sekadar suasana santai. PLN IP UBP Bengkulu menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik, yakni jurnalis Kompas, jurnalis tvOne, serta jurnalis yang pernah berkiprah di Tempo.
Mereka berbagi perspektif tentang bagaimana sebuah isu tidak berhenti sebagai informasi, tetapi dapat diolah menjadi karya jurnalistik yang memiliki makna dan dampak bagi masyarakat.
Materi yang disampaikan mencakup cara mengemas isu menjadi karya jurnalistik yang berdampak, storytelling in journalism, video journalism, hingga pengembangan konten digital.
Di sinilah pertemuan antara dunia energi dan dunia jurnalistik menemukan titiknya.
Bagi jurnalis, setiap informasi membutuhkan proses untuk menjadi cerita yang utuh. Sementara bagi PLN, informasi mengenai kelistrikan, energi, dan berbagai program perusahaan membutuhkan ruang komunikasi yang akurat agar dapat dipahami masyarakat.
Pertemuan tersebut dibuka langsung oleh Manager PLN IP UBP Bengkulu, Ariful Bahri.
Suasana kegiatan pun berlangsung cair. Materi yang disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami para peserta. Di sela-sela diskusi, percakapan dan canda tawa mengalir. Jurnalis dan jajaran PLN tidak hanya bertukar informasi, tetapi juga berbagi pengalaman dari sudut pandang masing-masing.
Setelah sesi berbagi pengetahuan selesai, perjalanan berlanjut.
Memasuki siang hingga sore hari, para jurnalis diajak mengikuti visit ke kawasan PLTA. Jika sebelumnya mereka menerima penjelasan di dalam ruangan, kali ini mereka diajak melihat langsung bagian-bagian yang menjadi jantung pengoperasian pembangkit listrik.
Perjalanan membawa peserta mengenal ruang kontrol, tempat pengoperasian berbagai peralatan untuk menjalankan turbin. Dari sana, rombongan bergerak menuju bagian lain dari kawasan pembangkit hingga melihat langsung turbin yang menjadi salah satu bagian penting dalam proses menghasilkan energi listrik.
Tidak berhenti di sana, para jurnalis juga diajak menyusuri terowongan sepanjang sekitar 1,5 kilometer serta melihat bendungan yang menjadi bagian dari sistem pemanfaatan air sebagai tenaga penghasil energi.
Selama kurang lebih tiga jam, perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan yang disediakan PLN. Rute yang dilalui sekaligus menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk melihat dari dekat sisi lain dari sebuah proses yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui berita dan informasi perusahaan.
Kamera dan telepon seluler pun sesekali terangkat. Di sejumlah titik yang disinggahi, para peserta mengabadikan momen bersama.
Bagi sebagian jurnalis, perjalanan tersebut bukan sekadar kunjungan lapangan. Ada pengalaman baru ketika melihat secara langsung bagaimana sistem pembangkitan listrik bekerja dan bagaimana berbagai bagian dalam sebuah pembangkit saling terhubung.
Di balik listrik yang menyala di rumah, kantor, sekolah, fasilitas pelayanan publik hingga berbagai aktivitas masyarakat, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat.
Hari itu, para jurnalis diberi kesempatan untuk melihat sebagian dari proses tersebut dari jarak yang lebih dekat.
Ariful Bahri mengatakan, Casual Meeting Media digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antara PLN IP UBP Bengkulu dengan para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang.
Menurut dia, kegiatan bersama media tersebut merupakan agenda yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Ke depan, pelaksanaannya bahkan diharapkan dapat dilakukan lebih dari sekali dalam setahun apabila memungkinkan.
“Kita ingin ke depannya, setiap kegiatan yang kita lakukan dapat diinformasikan di media secara resmi untuk menghindari terjadinya hoaks. Kita juga ingin agar informasi yang disampaikan bisa tersebar luas dan sampai langsung ke masyarakat secara riil dan akurat,” ujar Ariful.
Dia mengatakan, kolaborasi yang telah dibangun bersama media mulai memberikan dampak yang dirasakan perusahaan.
“Alhamdulillah, setelah beberapa kali mengadakan kegiatan seperti ini, dampak yang kita rasakan terasa nyata. Saat ini informasi yang kita sampaikan bisa tersebar lebih luas secara akurat,” kata dia.
Ariful juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini turut membantu PLN menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Terima kasih untuk para jurnalis yang selama ini sudah membantu PLN untuk menyajikan informasi yang akurat,” ujarnya.
Pertemuan itu akhirnya tidak hanya menjadi sebuah agenda sehari bersama media. Ada percakapan yang dibawa pulang, ada pengetahuan baru yang diperoleh, dan ada pengalaman melihat langsung bagaimana energi diproduksi dari balik dinding-dinding fasilitas pembangkit.
Dari ruang pertemuan hingga lorong panjang di dalam kawasan PLTA, satu pesan terasa sama: cerita yang baik lahir dari informasi yang benar, pengalaman yang nyata, dan kepercayaan yang dibangun bersama.
Bagi PLN Indonesia Power UBP Bengkulu, media menjadi salah satu jembatan untuk membawa informasi perusahaan lebih dekat kepada masyarakat. Bagi para jurnalis, kesempatan melihat langsung proses di lapangan menjadi bekal untuk memahami isu energi secara lebih utuh sebelum mengubahnya menjadi cerita.
Sebab pada akhirnya, energi bukan hanya tentang listrik yang mengalir. Ia juga tentang bagaimana informasi mengenai energi disampaikan dengan benar kepada mereka yang menggunakannya setiap hari.
Dan hari itu, PLN IP UBP Bengkulu dan para jurnalis memilih untuk merawat cerita tersebut bersama.
Cerita tentang air yang menggerakkan turbin, manusia yang mengoperasikan sistem, jurnalis yang merekam perjalanan, dan informasi yang kemudian dibawa pulang untuk diceritakan kepada masyarakat.
Dari PLTA, cerita itu kembali mengalir. (NAC)




























