Bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan akibat berbagai keterbatasan, kesempatan tersebut menjadi jalan untuk kembali meraih cita-cita yang sempat tertunda. Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto didampingi Kepala KPLP Dudi Anggriyono mengatakan, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurut dia, masa menjalani pidana harus dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif, termasuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan diri.
“Kami berharap melalui program pendidikan kesetaraan ini, warga binaan dapat meningkatkan kualitas diri, membuka peluang masa depan yang lebih baik, serta siap kembali berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.
Dia menegaskan, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga harus memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke lingkungan sosialnya.
“Kerja sama dengan PKBM Aljabar diharapkan dapat terus berlanjut sehingga program pendidikan Paket A, B, dan C dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak warga binaan yang membutuhkan layanan pendidikan,” pungkasnya.























