“Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar fungsi lapangan sebagai ruang publik tetap berjalan, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berjualan,” pungkasnya.
Kendati demikian, panitia tetap berupaya mencari solusi terbaik agar para pedagang yang selama ini berjualan di Lapangan Dwi Tunggal tetap memiliki kesempatan untuk mencari nafkah selama kegiatan Semarak Merah Putih berlangsung.
Dengan tingginya minat pelaku UMKM dan terbukanya alternatif bagi pedagang yang belum mendapatkan stand, kegiatan Semarak Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat Rejang Lebong.
Antusiasme tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi penyelenggara untuk terus menghadirkan penataan yang baik, sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib, nyaman, dan memberikan manfaat ekonomi seluas-luasnya bagi masyarakat. (NAC)
Note:Â























