REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Puluhan siswa kelas VI SD Negeri 7 Rejang Lebong melaksanakan kegiatan outing class bertajuk JEJAK BAIK (Jelajah Edukasi untuk Kebaikan dan Kemanusiaan) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Jumat 25 September 2026.
Kunjungan edukatif tersebut menjadi bagian dari program pembelajaran luar kelas yang dirancang sekolah untuk memberikan pengalaman belajar nyata sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik sejak usia dini.
Kepala SDN 7 Rejang Lebong Tri Handayani, M.Pd menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu aksi nyata program Sahabat Sekolah Dasar dalam upaya meningkatkan karakter siswa melalui penguatan nilai-nilai 7KAIH, khususnya gemar belajar, hidup rukun dengan teman, serta edukasi pencegahan perilaku menyimpang.
“Program ini juga merupakan realisasi kegiatan outing class JEJAK BAIK yang selaras dengan tujuan pembelajaran di kelas VI, khususnya pengamalan sila kedua Pancasila tentang kemanusiaan yang adil dan beradab beserta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Tri.
Menurut dia, pembelajaran yang dilakukan langsung di lapangan akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan hanya belajar di dalam kelas.
“Dengan edukasi dan belajar langsung dari sumber belajar, diharapkan tercipta pembelajaran yang bermakna dan bermanfaat bagi murid. Tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga meningkatkan karakter yang lebih baik untuk kemudian diterapkan di sekolah, lingkungan rumah, maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Tri mengatakan, selama berada di Lapas Curup, para siswa mendapatkan kesempatan mengenal lebih dekat tugas dan fungsi lembaga pemasyarakatan. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai kehidupan di dalam lapas, proses pembinaan warga binaan, serta peran pemasyarakatan dalam membantu seseorang memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian dari masyarakat.
“Kami ucapkan terimakasih kepada pihak Lapas Curup yang sudah memberikan kesempatan kepada siswa kami untuk belajar kemanusiaan langsung dari dalam lapas,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto melalui Kepala Urusan Umum Fahmi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan sarana edukasi yang penting bagi generasi muda.
Menurut dia, para siswa perlu memahami bahwa lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak memahami bahwa pemasyarakatan juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan pembinaan. Dari sini mereka dapat belajar tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, menghargai sesama, dan berbuat baik,” kata Fahmi.
Selain mengenal dunia pemasyarakatan, para siswa juga diajak memahami berbagai nilai luhur Pancasila, terutama sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab. Mereka diperkenalkan pada pentingnya sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan, serta memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk memperbaiki diri.
“Kegiatan JEJAK BAIK ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak hanya dapat dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membuka wawasan dan menumbuhkan empati peserta didik,” sampai Fahmi.
Dia juga berharap, kunjungan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga yang membekas dalam ingatan para siswa, sehingga mampu membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat dicontoh oleh sekolah lainnya. Dengan senang hati kami membuka ruang dan akan menyambut para siswa yang ingin melaksanakan kegiatan serupa,” pungkasnya.
Untuk diketahui, melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan, para siswa diajak melihat realitas kehidupan secara lebih luas sekaligus memahami konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil dalam hidup. (NAC)





























