
Karena itu Amina juga menjelaskan, pihaknya akan berupaya menjemput bola ke rumah-rumah ataupun ke SMP-SMP, agar bisa mendapatkan siswa pada PPDB di ajaran baru nanti. Dimana dikatakannya, setidaknya ada 25 siswa yang masuk ke SMAN 3 Kepahiang, agar keberlangsungan sekolah bisa tetap terjaga. Bahkan dirinya juga mengatakan, akan meminta bantuan pihak Pemdes, camat, Cabdin, dan juga sejumlah pihak terkait agar dapat membantu SMAN 3 Kepahiang, untuk mengarahkan anak-anak di Kecamatan Ujan Mas masuk ke SMAN 3 Kepahiang.
“Jika memang target siswa yang kami inginkan tidak tercapai, ya mau bagaimana lagi. Kita tidak bisa memaksakan kehendak orang ingin masuk sekolah mana. Tapi tolonglah aturan zonasi diikuti dengan baik, terlebih lagi untuk masyarakat Ujan Mas. Masa iya kita sendiri saja tidak mau meramaikan sekolah yang ada di Kecamatan kita. Boleh saja jika ingin sekolah di luar Ujan Mas, tapi setidaknya masuk SMK ataupun MAN, jika ingin masuk SMA negeri, lebih baik masuk ke sekolah kita ini. Jadi kami mohon bantuannya, agar SMA kami ini juga bisa dibantu untuk menjadi lebih baik. Karena jika tidak ada siswa, maka SMAN 3 Kepahiang bisa saja tutup,” tandasnya. (PB)























