
“Saat ini jumlah siswa di sekolah kami totalnya hanya ada 32 orang. Jika kelas 12 tamat, sudah tentu jumlah siswa kami akan berkurang lagi. Sehingga kami membutuhkan siswa baru yang melebihi dari jumlah siswa yang keluar, ataupun jumlahnya sama,” jelas Amina.
Diungkapkan Amina, dirinya juga tidak tahu pasti kenapa sekolahnya kurang diminati oleh masyarakat. Padahal dari segi tenaga pendidik dan sarpras, sekolahnya sangat memadai. Namun dari informasi yang didengarnya, banyak siswa yang tamat SMP bisa sekolah di Ujan Mas, dan ingin mencari suasana baru di SMA lainnya yang ada di kecamatan lain.
“Dari segi sarana kita sangat memadai, kita memiliki banyak guru senior, ada juga guru S2, bahkan kita memiliki lab komputer yang bisa dipakai untuk 70 orang siswa sekaligus. Akan tetapi faktanya, dari 15 ruang lokal lebih yang kita miliki saja, hanya dipakai 5 lokal. Itupun isi satu lokalnya sangat sedikit, karena siswa yang masuk harus dibagi menjadi kelas IPA dan kelas IPS,” ungkap Amina.
Selain guru dan Sarpras memadai dirinya juga menjelaskan, SMAN 3 Kepahiang memiliki banyak prestasi yang cukup baik. Bahkan baru-baru ini, siswa SMAN 3 Ujan Mas juga ada yang terpilih ikut Paskibra tingkat kabupaten, dan saat ini sedang mendapat reward liburan ke Bali bersama teman-teman lainnya. Selain itu setiap kegiatan lomba yang dilaksanakan di Kepahiang, SMAN 3 Kepahiang juga selalu ikut serta, meskipun tidak memiliki anggaran khusus untuk mengikuti lomba.
“Yang kami ingin ciptakan, meskipun saat ini kondisi sekolah kita sangat miris. Untuk keaktifan sekolah kami masih sangat aktif, baik itu dalam mengikuti lomba ataupun kegiatan lainnya. Bahkan selama ini, SMAN 3 juga tidak kalah prestasinya dengan sekolah lainnya di Kepahiang,” jelasnya.























