“Selamat Hari Buruh 2026 khususnya bagi seluruh pekerja di Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama SPSI, Bulog, dan Forkopimda dalam menjaga ketersediaan pangan serta mengendalikan inflasi,” ujar Titin.
Hal senada disampaikan Kabag Ekonomi dan SDA Setdakab Rejang Lebong, Sofan Wahyudi. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari upaya TPID dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di masyarakat, terutama menjelang momentum tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga. Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah agar inflasi tetap terkendali dan masyarakat tetap memiliki daya beli yang baik.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga menjadi salah satu strategi TPID dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah,” jelas Sofan.
Dia menambahkan, keterlibatan organisasi pekerja dalam kegiatan pengendalian inflasi menjadi hal positif karena menunjukkan kepedulian bersama terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah tersebut, pemerintah daerah berharap peringatan Hari Buruh tidak hanya menjadi simbol perjuangan pekerja, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkasnya. (JP)























