Menurut Rericha, salah satu upaya yang dilakukan pihak kelurahan untuk menekan harga jual adalah dengan memperoleh sejumlah komoditas langsung dari petani maupun penyedia barang. Langkah tersebut diharapkan dapat memangkas rantai distribusi sehingga harga yang ditawarkan kepada masyarakat menjadi lebih terjangkau.
“Untuk sembako yang kami jual dalam Gerakan Pangan Murah ini, sebagian kami suplai dengan mengambil langsung dari petani maupun pihak penyedia. Dengan begitu, harga yang kami tawarkan bisa lebih murah dibandingkan harga pasaran,” jelasnya.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan sejumlah komoditas pokok lainnya, pihak Kelurahan Kampung Jawa turut menggandeng Bulog Rejang Lebong, terutama dalam penyediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita.
Berbagai komoditas dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Cabai merah yang harga pasarannya disebut mencapai lebih dari Rp80.000 per kilogram dijual seharga Rp65.000 per kilogram. Bawang merah ditawarkan Rp28.000 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp25.000 per kilogram.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, minyak goreng Fortune dijual Rp21.000 per liter dan Minyakita Rp15.000. Gula pasir dipasarkan seharga Rp17.000, tepung terigu Rp10.000, mi instan Rp3.000, serta sabun pencuci piring Mama Lemon Rp8.500.























