Selain itu, sebagian kelompok masyarakat juga memanfaatkan kawasan hijau sebagai penyangga ekonomi lokal melalui kegiatan budidaya terpadu, termasuk inisiatif jual bibit lele yang terintegrasi dengan program penghijauan dan pengelolaan air berbasis alam.
Memasuki musim hujan, LindungiHutan menekankan pentingnya peran hutan dan mangrove dalam menahan laju air, mengurangi abrasi, serta menjaga stabilitas lingkungan. Penanaman pohon dinilai sebagai langkah nyata yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi ekologis dan sosial bagi generasi mendatang.
Melalui momentum akhir tahun ini, LindungiHutan mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat dalam aksi lingkungan yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. “Menjaga alam berarti menjaga kehidupan. Kolaborasi adalah kunci agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas,” tutup pernyataan tersebut.























