“Jembatan tersebut direncanakan memiliki konstruksi beton dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Infrastruktur ini nantinya akan menjadi salah satu akses penting bagi sekitar 776 kepala keluarga atau kurang lebih 2.900 jiwa di wilayah Desa Air Meles Bawah,” kata Dandim.
Selain menunjang mobilitas warga jelasnya, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat memperlancar aktivitas pertanian serta memudahkan pergerakan masyarakat antarwilayah. Akses yang lebih baik dinilai penting untuk mendukung kegiatan ekonomi dan berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Bagi warga Air Meles Bawah, dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari harapan masyarakat untuk mendapatkan akses yang lebih mudah, aman, dan mendukung aktivitas mereka dalam jangka panjang,” singkatnya.
Dengan alat berat yang telah mulai berada di lokasi serta dukungan masyarakat dan personel TNI, pembangunan jembatan tersebut kini memasuki tahap awal. Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal penting untuk mengawal pembangunan hingga nantinya jembatan dapat dimanfaatkan oleh warga. (NAC)























