Karena memiliki fungsi yang sangat vital, Dandim menegaskan seluruh personel yang terlibat tetap mengutamakan kualitas pekerjaan meskipun pembangunan dikejar sesuai jadwal. Jembatan harus dibangun dengan konstruksi yang kuat agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Yang kami kejar bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan kualitas bangunan benar-benar baik sehingga dapat digunakan masyarakat selama bertahun-tahun,” tegasnya.
Keberadaan jembatan ini lanjut Dandim, nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi sedikitnya 341 kepala keluarga atau sekitar 1.013 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 206 kepala keluarga dengan 612 jiwa di Desa Ajai Siang dan 135 kepala keluarga dengan 401 jiwa di Desa Tik Sirong.
“Bagi masyarakat, rampungnya pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru. Lebih dari itu, jembatan menjadi simbol hadirnya akses yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga di dua desa, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” jelasnya.
Sementara itu salah seorang warga Desa Tik Sirong, Zainal, menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Dia bersyukur karena harapan masyarakat akhirnya terwujud, serta mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong bersama Kodim 0409/Rejang Lebong yang telah merealisasikan pembangunan jembatan itu.























