“Permintaan tinggi, tapi barang kadang terbatas. Dari agen juga sudah naik, jadi kami ikut menyesuaikan,” tambahnya.
Sementara itu pedagang lainnya menyampaikan, kenaikan harga daging ayam jelang Lebaran sejatinya bukan fenomena baru. Hampir setiap tahun, komoditas pangan strategis ini mengalami fluktuasi harga akibat siklus permintaan musiman yang meningkat tajam.
Namun meski begitu, kondisi tahun ini dinilai lebih memberatkan masyarakat. Sejumlah pembeli pun mulai mengurangi jumlah pembelian akibat harga yang terus naik.
“Kalau dulu konsumen bisa beli dua kilo, sekarang paling satu kilo. Harga makin mahal, jadi konsumen beralasan harus dihemat,” singkatnya.
Untuk diketahui, harga daging ayam diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan. Jika pasokan tidak segera ditambah atau distribusi tidak diperbaiki, bukan tidak mungkin harga akan menembus di atas Rp50 ribu perkilo.























