REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Keterbatasan ruang gerak di balik jeruji besi tidak menjadi penghalang bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup untuk terus belajar dan memperbaiki masa depan. Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, mereka kembali mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan formal yang sebelumnya belum sempat diselesaikan.
Program pembelajaran yang berlangsung pada Sabtu 31 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Curup dalam meningkatkan kualitas pembinaan, sekaligus memastikan warga binaan tetap memperoleh akses pendidikan meskipun tengah menjalani masa pidana.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Aljabar sebagai mitra penyelenggara pendidikan non formal. Sejumlah warga binaan mengikuti pembelajaran sesuai jenjang pendidikan yang dibutuhkan, mulai dari tingkat sekolah dasar melalui Paket A, sekolah menengah pertama melalui Paket B, hingga sekolah menengah atas melalui Paket C.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga pengajar PKBM Aljabar. Materi pembelajaran disampaikan secara terstruktur berdasarkan kurikulum pendidikan kesetaraan, sehingga warga binaan tetap dapat mengikuti proses belajar sebagaimana peserta didik pada umumnya.
Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang memiliki arti penting bagi warga binaan. Tidak sekadar memberikan kesempatan memperoleh ijazah kesetaraan, pendidikan juga diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, serta menumbuhkan kepercayaan diri untuk menata kehidupan yang lebih baik.
Bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan akibat berbagai keterbatasan, kesempatan tersebut menjadi jalan untuk kembali meraih cita-cita yang sempat tertunda. Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto didampingi Kepala KPLP Dudi Anggriyono mengatakan, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurut dia, masa menjalani pidana harus dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif, termasuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan diri.
“Kami berharap melalui program pendidikan kesetaraan ini, warga binaan dapat meningkatkan kualitas diri, membuka peluang masa depan yang lebih baik, serta siap kembali berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.
Dia menegaskan, pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga harus memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke lingkungan sosialnya.
“Kerja sama dengan PKBM Aljabar diharapkan dapat terus berlanjut sehingga program pendidikan Paket A, B, dan C dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak warga binaan yang membutuhkan layanan pendidikan,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Lapas Kelas IIA Curup berupaya menghadirkan pemasyarakatan yang tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga ruang pembelajaran dan pembentukan karakter.
Sebab, di balik tembok dan jeruji besi, setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berubah, dan membangun harapan baru. Pendidikan menjadi salah satu bekal penting agar warga binaan kelak mampu kembali ke tengah masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (NAC)























