KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Setelah bertahun-tahun menjadi akses vital warga dengan kondisi yang memprihatinkan, jembatan kayu di Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, akhirnya segera dibangun menjadi jembatan permanen melalui Program Jembatan Perintis Garuda yang dikerjakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong.
Selama ini, jembatan kayu tersebut menjadi satu-satunya akses penting bagi warga menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU), sekaligus jalur untuk menuju kawasan perkebunan dan mengangkut hasil pertanian.
Kondisinya yang mulai lapuk dimakan usia membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas. Kekhawatiran semakin besar ketika jembatan digunakan untuk membawa hasil bumi atau dilalui dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat Durian Depun, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi telah menjadi bagian dari kekhawatiran yang mereka rasakan selama bertahun-tahun.
Informasi dihimpun, jembatan yang akan dibangun di Durian Depun memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 3 meter.
Kabar pembangunan jembatan permanen tersebut itupun disambut positif oleh masyarakat, terutama karena akses tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga.
Lurah Durian Depun, Rahmat Gusti, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Kami atas nama warga Kelurahan Durian Depun sangat bersyukur dan berterima kasih atas program Bapak Presiden Prabowo yang akan membangun jembatan kami. Jembatan ini merupakan akses vital warga, baik untuk menuju TPU maupun untuk mengangkut hasil bumi,” ujar Rahmat.
Menurut dia, kondisi jembatan lama memang sudah cukup memprihatinkan sehingga pembangunan jembatan permanen menjadi sesuatu yang sangat dinantikan masyarakat.
Dia berharap, proses pembangunan dapat berjalan lancar dan jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga.
“Kami juga berterima kasih kepada Kodim 0409/Rejang Lebong yang akan membangun jembatan ini. Semoga pembangunannya berjalan lancar dan jembatan ini segera bisa dinikmati oleh seluruh warga,” tambah dia.
Rahmat juga menegaskan, bagi warga Durian Depun keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting dalam menunjang berbagai aktivitas.
Selain menjadi akses menuju TPU, jembatan juga digunakan masyarakat untuk menuju kawasan pertanian dan perkebunan. Kondisi jembatan yang sebelumnya rapuh menjadi salah satu kendala ketika warga harus membawa hasil bumi dari kawasan tersebut.
“Dengan dibangunnya jembatan permanen, masyarakat berharap akses menuju kawasan pertanian, TPU, maupun wilayah lainnya menjadi lebih aman dan mudah dilalui,” singkat Rahmat.
Jembatan itu juga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga yang selama ini harus melintas di atas konstruksi kayu yang telah mengalami penurunan kondisi akibat usia.
Bagi masyarakat, pembangunan tersebut bukan hanya tentang mengganti jembatan kayu dengan konstruksi permanen.
Ada harapan yang lebih besar di baliknya: akses yang lebih aman, mobilitas yang lebih mudah, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang dapat berjalan tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kondisi jembatan.
Setelah bertahun-tahun mengandalkan jembatan kayu yang mulai lapuk, warga Kelurahan Durian Depun kini menantikan hadirnya jembatan permanen yang diharapkan dapat menjadi penghubung penting bagi masyarakat untuk waktu yang panjang.
Bagi mereka, jembatan sepanjang 12 meter itu kelak bukan sekadar bangunan fisik, melainkan akses yang menghubungkan aktivitas warga, hasil bumi, kawasan perkebunan, hingga tempat pemakaman umum dengan kondisi yang lebih layak dan aman. (NAC)























