Dia menyebutkan, selain karnaval dan parade sound horeg, sejumlah kegiatan lain juga turut digelar, di antaranya Mamaia dan Bekal Sehat. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan hiburan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan keberagaman di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, ada beberapa event yang dijalankan, seperti karnaval, sound horeg, Mamaia, dan Bekal Sehat. Semuanya dapat berjalan sesuai rencana. Kami berharap momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus membangkitkan kembali semangat keberagaman budaya dan kebersamaan,” ungkap Riki.
Menurut dia, tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa event daerah memiliki daya tarik tersendiri serta mampu menjadi wadah untuk memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
“Terimakasih kepada seluruh masyarakat Rejang Lebong yang turut menyemarakkan serta antusias pada kegiatan-kegiatan besar seperti ini,” tutupnya.
Melalui Gebyar Semarak Merah Putih 2026, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong diharapkan dapat terus mendorong pelestarian budaya, pengembangan kreativitas masyarakat, serta memperkuat potensi pariwisata daerah.























