“Pemahaman mengenai inovasi dan kekayaan intelektual dinilai memiliki relevansi dengan pelaksanaan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Dengan wawasan yang semakin luas, potensi keterampilan dan kreativitas warga binaan diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Untung.
Dia juga menegaskan, artisipasi Lapas Curup dalam kegiatan ini juga mencerminkan komitmen institusi pemasyarakatan untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang pengembangan usaha berbasis inovasi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap Lapas Curup dapat memperkuat kualitas program pembinaan, mendorong lahirnya kreativitas, serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai modal untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana,” pungkasnya. (NAC)























