
Ketidaktahuan tentang pemilu Meskipun ada pemberitaan tentang pemilu di media massa atau media sosial, tidak semua orang mengetahui tanggal pasti pelaksanaan pemilu. Pada Pemilu 2019, survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) sebulan sebelum hari pencoblosan menunjukkan mayoritas responden tidak mengetahui tanggal pasti pemilu. Sebanyak 29,5 persen dari 1.200 responden mengaku tidak tahu bahwa pemilu akan dilaksanakan pada bulan April, sedangkan 24,2 persen yang tahu bulan pelaksanaan tidak mengetahui tanggal pasti pemilu. Selama masa pemilu, lembaga seperti KPK turut berperan dalam mensosialisasikan dan mendorong masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas agar dapat memilih calon pemimpin yang bermoral. Mereka berupaya menolak politik uang serta mengajak masyarakat untuk tidak memilih calon pemimpin atau partai politik yang terlibat dalam praktik tersebut.
Tidak terfasilitasi dengan baik Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memberikan suara dalam pemilu. Namun, keterbatasan yang mereka miliki seringkali menghambat partisipasi mereka dalam proses pemilihan. Misalnya, kurangnya bantuan aksesibilitas ke lokasi TPS dan kurangnya surat suara khusus untuk disabilitas. Pada Pemilu 2019, jumlah pemilih disabilitas mencapai 1,2 juta orang. Di Yogyakarta, banyak dari mereka yang tidak dapat mencoblos karena masalah mobilitas. Selain itu, sejumlah TPS juga tidak ramah terhadap disabilitas karena terdapat rintangan fisik seperti tangga yang sulit diakses bagi pengguna kursi roda. Kita sebagai bagian dari masyarakat berintegritas bisa membantu mereka yang mengalami kesulitan karena keterbatasan ini. Misalnya, membantu mereka pergi ke TPS atau memberikan panduan agar mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Menciptakan negara yang bebas dari korupsi adalah tanggung jawab bersama. Dengan memilih pemimpin yang bermoral dan anti-korupsi, kita bersama-sama membentuk Indonesia yang bersih dari berbagai bentuk tindak pidana korupsi.
Golput dan Pemerintahan Berintegritas Terkadang, pemikiran bahwa “hanya satu suara, jadi tidak akan berpengaruh” dapat menjadi penyebab tingginya tingkat golput. Namun, satu suara memiliki potensi untuk menjadi penentu kemenangan bagi kandidat tertentu dan bisa mengubah arah negara ke arah yang lebih baik.
Ibnu Sakirin, M.Pd.,CPM.,CPHM.,CPArb |
Tingginya angka golput dapat memberikan dampak negatif yang signifikan pada suatu negara, antara lain:
Gangguan pada Program Kerja Pemilihan pemimpin berintegritas harus mempertimbangkan program kerja yang diusung. Program yang baik tidak hanya mencakup kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mendasarkan diri pada nilai-nilai integritas dan anti-korupsi. Namun, tingginya golput menunjukkan kurangnya dukungan dari masyarakat, mengakibatkan pemimpin yang terpilih kurang mendapat kepercayaan. Gangguan pada Sistem Demokrasi Negara demokratis melibatkan partisipasi seluruh warga dalam pengambilan keputusan. Namun, tingginya golput menandakan rasa apatis terhadap proses pemilihan dan pemimpin yang diangkat.























