Putra berharap, program pembangunan melalui IJD tidak berhenti pada satu ruas jalan saja, melainkan dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah lain yang membutuhkan akses infrastruktur memadai.
“Rejang Lebong masih membutuhkan banyak peningkatan infrastruktur jalan, terutama di wilayah yang menjadi sentra pertanian dan perkebunan. Kami berharap program seperti IJD dapat terus berlanjut, sehingga pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan akses jalan lebih baik,” kata Putra.
Menurut dia, pembangunan jalan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Akses transportasi yang semakin baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta menekan hambatan transportasi yang selama ini dihadapi petani dan pelaku usaha di wilayah pedesaan.
Adapun salah satu ruas jalan yang mulai dibangun melalui Program IJD 2026 berada di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 3,3 kilometer dengan nilai anggaran Rp9,29 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ruas jalan tersebut dinilai strategis karena melintasi kawasan sentra pertanian hortikultura dan perkebunan sekaligus menghubungkan sejumlah wilayah permukiman masyarakat. Dengan peningkatan kualitas jalan, akses masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi diharapkan semakin mudah dan lancar,” pungkasnya.























