Sementara itu, untuk keberangkatan, jumlah penumpang menembus 2.112 orang dengan 124 bus. Bandingkan dengan tahun lalu yang hanya 735 penumpang dan 53 bus.
“Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas yang sangat signifikan, terutama pada rute antarprovinsi. Kedatangan penumpang didominasi dari Pulau Jawa, sedangkan keberangkatan mayoritas menuju berbagai wilayah di Sumatera,” terang Edi.
Dia juga menegaskan, untuk mengantisipasi lonjakan, pihak terminal akan memaksimalkan keberadaan posko angkutan Lebaran. Posko ini difungsikan sebagai pusat informasi, layanan pengaduan, serta bantuan bagi pemudik.
“Posko ini menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pelayanan selama arus mudik. Kita juga akan memastikan, layanan di TTA Simpang Nangka bisa lebih maksimal,” sampainya.
Tak hanya itu tambah Edi, posko juga dijadikan pusat koordinasi antarpetugas guna memantau aktivitas kendaraan dan penumpang secara langsung di lapangan.























