Sabtu, Oktober 10, 2026

Miris!!! Hampir Dua Tahun Tanpa Bidan Desa, Warga Air Kati Terpaksa Tempuh 8 Kilometer Untuk Berobat

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Akses pelayanan kesehatan yang merata hingga pelosok desa masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat Desa Air Kati, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Selama hampir dua tahun terakhir, desa tersebut tidak memiliki bidan desa maupun tenaga kesehatan yang bertugas secara tetap. Sehingga mau tak mau, warga harus menempuh perjalanan sekitar 8 kilometer untuk menuju Puskesmas Kecamatan PUT agar memperoleh pelayanan medis.

Situasi ini pun dikeluhkan masyarakat karena dinilai menyulitkan, terutama saat terjadi keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera. Dimana ketiadaan tenaga kesehatan di desa juga, membuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat belum dapat berjalan secara optimal.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Kati, Hasan Basri mewakili warga desa setempat mengatakan, kekosongan tenaga kesehatan di desa telah berlangsung sejak tahun 2025, dan hingga pertengahan tahun 2026 belum ada penempatan petugas baru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong.

- Advertisement -

“Sudah hampir dua tahun Desa Air Kati tidak memiliki bidan desa yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong. Akibatnya, setiap kali ada warga yang sakit ataupun membutuhkan pertolongan medis, mereka harus menuju Puskesmas induk di Kecamatan Padang Ulak Tanding yang berjarak sekitar 8 kilometer dari desa,” ujar Hasan, Senin 6 Juli 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut sangat memberatkan masyarakat, khususnya bagi lansia, ibu hamil, balita, maupun warga yang mengalami sakit mendadak. Dalam kondisi tertentu, keterlambatan mendapatkan pelayanan kesehatan bahkan berpotensi meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasien.

Dijelaskannya, selama ini pelayanan kesehatan yang masuk ke Desa Air Kati hanya dilakukan melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang berlangsung satu kali setiap bulan. Sementara kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berlangsung setiap hari dan tidak dapat diprediksi.

“Orang sakit tidak bisa menunggu jadwal Posyandu. Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang selalu siap memberikan pelayanan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Ironisnya, kata Hasan, Desa Air Kati sebenarnya telah memiliki gedung Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang masih dalam kondisi baik dan siap difungsikan. Fasilitas pendukung juga dinilai cukup memadai, termasuk lokasi bangunan yang berada di pusat permukiman warga sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Namun, karena tidak ada tenaga kesehatan yang ditempatkan, keberadaan fasilitas tersebut belum mampu memberikan manfaat maksimal bagi warga,” terangnya.

Hasan juga mengungkapkan salah satu peristiwa yang menggambarkan dampak nyata dari minimnya pelayanan kesehatan di desa. Beberapa waktu lalu, seorang siswa sekolah dasar mengalami kecelakaan saat berada di lingkungan sekolah. Karena tidak ada tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan pertama, korban harus dibawa langsung ke Puskesmas PUT yang jaraknya cukup jauh untuk mendapatkan penanganan medis.

“Jika ada bidan desa atau tenaga kesehatan yang siaga di Poskesdes, penanganan awal terhadap korban dapat dilakukan lebih cepat sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan,” tambah dia.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret dengan menempatkan tenaga kesehatan tetap di Desa Air Kati.

Karena Hasan menilai, kehadiran bidan desa bukan hanya penting untuk pelayanan persalinan, tetapi juga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar, mulai dari pemeriksaan ibu dan anak, penanganan penyakit ringan, pemberian edukasi kesehatan, hingga pelayanan kegawatdaruratan awal bagi masyarakat desa.

“Kami berharap pemerintah daerah segera menugaskan bidan desa di Air Kati. Masyarakat desa juga berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan setara dengan desa-desa lain di Kabupaten Rejang Lebong. Jangan sampai masyarakat harus terus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar,” pungkasnya.

Keluhan warga Desa Air Kati ini menjadi gambaran bahwa pemerataan tenaga kesehatan di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Di tengah upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional, ketersediaan tenaga kesehatan di desa-desa terpencil menjadi faktor penting agar seluruh masyarakat dapat memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang layak. (JP)

- Advertisement -
Gambar
Gambar
Gambar
Buat Website Media Online

NEWS UPDATE

Peringati HUT ke-31, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Ajak Warga Gotong-royong Bersihkan Lingkungan

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu menggelar aksi...

Soroti Rekrutmen Femita Putri, AHBINDO Desak Evaluasi Total Prosedur Background Check SDM

0
JAKARTA — Aliansi Praktisi Human Capital BUMN Seluruh Indonesia (AHBINDO) menilai kontroversi rekrutmen Femita Putri di Danantara Asset Management menjadi cermin belum optimalnya prosedur...

Dari Kolam Lele Menuju Kemandirian, Lapas Curup Bekali Warga Binaan Keterampilan dan Peluang Usaha

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Budidaya ikan lele menjadi salah satu upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dalam membekali warga...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Tampil Beda, Warga Banyumas Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Tema MBG:...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Ada yang berbeda pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kelurahan Banyumas, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten...

Kepahiang

Peringati HUT ke-31, PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Ajak Warga Gotong-royong...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu menggelar aksi...

Bengkulu

Tuai Polemik, Masyarakat Adat Lembak Tolak Rencana Ekstensifikasi Perkebunan Sawit PTPN IV di Rejang Lebong, Ini Sebabnya!

REJANG LEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Wacana masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit milik negara, PTPN IV, ke wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menuai penolakan keras...

Kodim 0409/Rejang Lebong Matangkan Karya Bakti TNI Skala Besar, Pembangunan di Bengkulu Sasar 580 Titik

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Kodim 0409/Rejang Lebong terus mematangkan persiapan pelaksanaan Karya Bakti TNI Skala Besar yang akan digelar serentak di Provinsi Bengkulu mulai pertengahan...

TNI dan Kemendes PDT Gulirkan Karya Bhakti Skala Besar, Tiga Kabupaten di Wilayah Kodim 0409/Rejang Lebong jadi Sasaran

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau kembali digencarkan. Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Mitra Kerjasama

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink