REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Sebanyak 17 grup seni kuda kepang dari berbagai daerah di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memeriahkan Gebyar Semarak Merah Putih 2026 yang digelar di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Rabu 4 November 2026.
Pertunjukan seni tradisional ini menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarpelaku seni budaya.
Pagelaran kuda kepang tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan kreativitas, atraksi, serta ragam gerakan khas seni jaranan yang memikat perhatian masyarakat. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam kompetisi yang terbagi ke dalam dua kategori, yakni Senterewe dan Pegon.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), bekerja sama dengan Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Rejang Lebong (PKKKRL).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi, M.Pd., dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan acara menjelaskan, sebanyak 17 grup jaranan dari wilayah Sumbagsel ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Dia mengatakan, pelaksanaan lomba dengan dua kategori, yakni Senterewe dan Pegon, diharapkan dapat memberikan ruang bagi para peserta untuk menampilkan karakteristik serta keunikan masing-masing dalam seni budaya jaranan.
Zakaria juga menegaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dan memperkuat keberadaan seni tradisional di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menjadikan ajang silaturahmi agar para pegiat seni budaya jaranan dapat saling mengenal lebih dekat. Kita berharap ke depan lahir seniman-seniman budaya jaranan yang mampu membanggakan Kabupaten Rejang Lebong,” ungkap Zakaria.
Dia juga berharap, penyelenggaraan Gebyar Semarak Merah Putih 2026 dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kesenian daerah serta memperkaya khazanah budaya di Kabupaten Rejang Lebong.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini bisa mengembangkan dan melestarikan kesenian jaranan kuda kepang di wilayah Rejang Lebong,” sampainya.
Sementara itu Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Rejang Lebong, Elva Mardiana, S.STP., M.Si., yang turut hadir menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dia juga memberikan apresiasi kepada dewan juri yang bertugas melakukan penilaian terhadap penampilan para peserta.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan jaranan pada hari ini. Terima kasih juga kepada dewan juri yang telah memberikan penilaian. Saya yakin para juri yang bertugas merupakan orang-orang profesional,” ujar Elva.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan prestasi, tetapi juga memiliki nilai penting dalam mempererat hubungan antarpaguyuban dan pegiat seni budaya jaranan.
Elva menilai, pagelaran kuda kepang juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong, sekaligus wadah bagi para seniman untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan kualitas penampilan mereka.
“Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh pegiat seni budaya jaranan atau paguyuban kuda kepang. Kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. Para peserta telah menunjukkan kreativitas dan penampilan yang sangat memukau,” pungkasnya.
Pagelaran kuda kepang ini sekaligus menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Dengan melibatkan berbagai grup dari sejumlah daerah di Sumbagsel, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya, memperkuat persaudaraan lintas daerah, serta mendorong lahirnya generasi seniman yang terus menjaga warisan budaya bangsa. (NAC)























