“Tidak ada toleransi untuk pelanggaran. Semua tetap harus mengikuti SOP yang berlaku,” tegas David.
Langkah ini menjadi penting mengingat kunjungan Lebaran kerap dimanfaatkan untuk berbagai modus penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas. Karena itu dia menegaskan, pemeriksaan ketat menjadi filter utama untuk mencegah hal tersebut.
“Untuk menunjang kenyamanan, pihak lapas menyediakan ruang terbuka sebagai lokasi pertemuan. Meski demikian, suasana tetap dalam pengawasan petugas,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan internal, Lapas Curup juga menggandeng aparat eksternal dari kepolisian dan TNI guna memperkuat pengamanan selama periode kunjungan berlangsung. Sinergi ini dinilai krusial untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pengunjung dalam waktu singkat.
“Kebijakan kunjungan khusus ini, pada satu sisi, menjadi jembatan emosional antara WBP dan keluarga. Namun di sisi lain, menjadi ujian bagi aparat dalam menjaga keseimbangan antara pendekatan humanis dan ketegasan sistem keamanan,” pungkasnya.























